Kamis, 10 September 2009

Arus Mudik Awas Beton Beralur Vertikal

Persiapan menjelang mudik, kondisi jalan belum sepenuhnya layak. Beberapa ruas jalan gencar dilakukan perbaikan. Membuktikannya, Em-Plus menjajal jalan Pantura. Beberapa wilayah Pantura rawan kecelakaan kerena prasarana jalan kurang mumpuni.

Salah satu variabel bahaya adalah beton bercorak vertikal di beberapa ruas jalan Cirebon menuju Brebes dan Kendal. Coraknya unik, ada coakan kecil yang panjang searah dengan arah motor. Gawatnya, garis-garis vertikal ini cukup panjang dan banyak.

Dan biasanya, sebelum melindas wilayah ini terjadi beda ketinggian. Pasalnya daerah garis vertikal sengaja dibuat sebagai dasaran jalanan yang akan diperbaiki. Sebelum ditutup aspal atau beton, jalanan model ini sangat berbahaya.

Kami mengalaminya saat riding menggunakan motor laki lingkaran roda 18 inci. Artinya lebih stabil ketimbang motor berlingkar kecil semisal bebek apalagi skubek. Saat dalam kecepatan antara 60- 80 km/jam, rider tak mungkin menghindari zona jalan vertikal ini. Pas terperangkap masuk, sensasi dirasakan bisa mengagetkan. Brothers merasakan motor seakan kempes dan limbung.

Gerak kendali di setang tak normal karena roda depan diarahkan sesuai kontur coakan vertikal. Makin bahaya, oli atau solar truk melintas terperangkap di antara coakan itu hingga jalanan makin licin.Tentu bikers akan berbeda cara mengatasinya dibanding bikers lainnya.

Bisa jadi Anda kaget karena tak sadar ‘terperangkap’ di medan ini. Makin gawat jika panik dan mengerem mendadak, bukan mustahil ente akan terpelanting hingga Wanitamengakibatkan cedera fatal. Bersyukur, kami selamat dalam perangkap ini dan melakukan beberapa catatan untuk disharing.

Dalam kecepatan lumayan tinggi dan masuk zona ini, rider harus tetap tenang dan tahu persis masuk di jalanan beralur vertikal. Setang akan sedikit terganggu oleh alur dan brothers jangan melawan kendali ini. Ikuti saja sambil tetap waspada dan mengarahkan setang di alur yang betul.

Jangan sekali-kali ‘melawan’ alur dengan memasuki jalur lain yang aman. Manuver mendadak membuat motor tak terkontrol dan rentan jatuh.

Biasanya, zona ini berlangsung tak terlalu panjang, sekitar 10-20 meter. Jadi daripada cepat mencari jalanan normal lewat manuver mendadak, lebih baik mengikutinya hingga motor tetap dalam keadaan lurus.

Jika terlalu cepat, silakan deselerasi secara berkala dan tidak ekstrem. Turun gigi dan pergunakan engine brake agar traksi antara ban dan aspal tetap terjaga. Pegang kendali setang secara rileks dan nggak kaku. Posisi duduk lebih waspada dan mengikuti pergerakan motor secara halus.

Dalam situasi lalu lintas seperti Pantura, manuver mendadak nyata banyak memakan korban. Lebih baik tetap siaga di jalur yang sama walaupun tidak nyaman menghadapi jalur vertikal model begini.

Sumber :
Motorplus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar